Pesan CEO

Tahun 2020 menggoreskan sejarah baru terutama di bidang ketenagakerjaan di Indonesia. Pada tanggal 5 Oktober 2020, Omnibus Law UU Cipta Kerja disahkan dalam rapat paripurna DPR dan bertujuan untuk menyederhanakan peraturan agar kebijakan lebih tepat sasaran.

 

Undang-undang ini diharapkan mampu mendorong perbaikan kondisi iklim penanaman modal melalui investasi di Indonesia ke arah yang lebih baik. Lapangan kerja baru dapat terbuka lebih luas. Selaku perusahaan penyedia tenaga alih daya, kebijakan tersebut berdampak besar pada PDS. Bertambahnya peluang bidang-bidang yang dapat ditangani oleh perusahaan alih daya dapat menjadi katalis positif bagi bisnis perusahaan.

 

Selain pengesahan UU Cipta Kerja, pada tahun 2020 pandemi global COVID-19. Virus ini tidak hanya membawa dampak buruk bagi kesehatan, namun juga melumpuhkan perekonomian. Pertumbuhan ekonomi dunia pada tahun 2020 menjadi yang terburuk sejak 150 tahun terakhir. Tercatat, ada 170 negara di dunia yang mengalami kontraksi akibat Covid-19. Semua negara dipaksa untuk memformulasikan kebijakan yang sesuai dan extraordinary. Kebijakan harus menanggulangi masalah di bidang kesehatan dan berdampak pada pemulihan ekonomi. Salah satunya adalah Indonesia.

 

Sepanjang tahun 2020, ekonomi RI mencatat terkontraksi -2,07 persen. Kontraksi dimulai pada kuartal II 2020 yakni -5,3 persen dan hal tersebut menjadi yang terdalam sejak krisis keuangan Asia pada 1997-1998. Adanya pandemi COVID 19 secara tidak langsung juga turut berpengaruh terhadap kinerja operasional PDS, namun PDS senantiasa memberikan inovasi-inovasi baru guna mencapai target yang telah ditetapkan sehingga kinerja Perusahaan tetap stabil.

 

Kerja keras dan upaya PDS dibuktikan oleh kinerja yang memuaskan. Selama tahun 2020, realisasi produksi tenaga alih daya mencapai 1.894 orang, atau mencapai target yang telah ditetapkan. Produksi tenaga pemborongan mencapai 4.629 orang, mengalami peningkatan 5% dari tahun 2019. Peningkatan produksi tenaga kerja berbanding terbalik dengan produksi di aspek pelatihan yang hanya mencapai 29% dibandingkan dengan tahun 2019. Kondisi di masa pandemi mengakibatkan pelatihan tatap muka tidak dapat dilaksanakan secara optimal.

 

Sedangkan produksi tally yang dioperasikan oleh PT Tanjung Emas Daya Sejahtera (anak perusahaan PDS yang bergerak di jasa tally) mencatat produksi sebesar 6.194.014 boks. Berkurangnya kunjungan kapal serta pengoperasian VMT (Vehicle Mounted Terminal) di TPK Banjarmasin berdampak pada penurunan produksi sebesar 15% dibandingkan tahun 2019. Kinerja keuangan PDS menunjukkan trend positif. Pada tahun 2020, PDS berhasil mencatat kenaikan pendapatan sebesar 13% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan jumlah tenaga kerja dan paket pekerjaan berdampak positif pada pendapatan PDS.

 

Untuk memperkuat kinerja perusahaan, Direksi beserta jajaran manajemen PDS menerapkan lima langkah quick wins. Yang pertama adalah internalisasi core value AKHLAK dan 5 PRIMA sebagai distinctive attitude PDS. Penerapan nilai dasar AKHLAK merupakan pijakan kerja dan beraktivitas bagi seluruh elemen di Perusahaan. Sebagai tindak lanjut dari inisiasi AKHLAK, PDS juga meluncurkan 5 PRIMA (Perilaku Utama) yaitu Senyum, Salam, Sapa, Terimakasih, serta Doa dan Harapan sebagai perilaku pembeda atau distinctive attitude perusahaan. Kelima perilaku utama tersebut menjadi standar pelayanan yang diberikan PDS kepada pengguna jasa. Penerapan 5 PRIMA diharapkan meningkatkan kinerja dan produktivitas perusahaan, pelayanan yang unggul, kepuasan pelanggan dan citra perusahaan.

 

Langkah kedua yang diambil oleh PDS adalah melakukan penyederhanaan proses bisnis melalui IT based system. Era pandemi memaksa perusahaan untuk mengurangi tatap muka, sehingga harus segera dibuat sistem untuk mengakomodir proses bisnis perusahaan. Alur administrasi dipangkas, sehingga interaksi dan tatap muka berkurang. Waktu yang dibutuhkan juga menjadi lebih singkat. Pemantauan tagihan, kinerja, dan laba/rugi perusahaan dapat dilakukan melalui executive dashboard. Analisa dan evaluasi proses bisnis lebih mudah, kebijakan dan keputusan juga lebih tepat sasaran.

 

Pada aspek pelayanan karyawan, kami memaksimalkan kehadiran aplikasi New MyPDS. Tidak hanya sebagai aplikasi kehadiran, New MyPDS telah dilengkapi berbagai fitur yang memudahkan urusan administrasi karyawan. Laporan kehadiran dapat dilakukan melalui face and finger scan. Dokumen seperti slip gaji, e-SPT dan hingga e-Kontrak dapat dilakukan dalam satu genggaman, di mana saja dan kapan saja.

 

Tentu saja, kami tidak lupa untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan karyawan. Program pendidikan dan pelatihan untuk karyawan mendapatkan perhatian khusus, antara lain melalui program Refreshment Training, New Entry Training, Career Fast Track serta Fit & Proper Test yang dilaksakan bagi karyawan manajemen PDS.

 

Untuk menjaga proses bisnis tetap berjalan, PDS memaksimalkan manajemen cash flow. Monitoring dan pengolahan cash flow dilakukan sepanjang tahun, sehingga PDS dipastikan mampu dan memiliki kecukupan modal untuk proses operasional, demi menghasilkan pendapatan yang solid. Penagihan piutang dilakukukan dengan lebih seksama dan sistem kas kecil dihapuskan.

 

Terakhir, kami sadar bahwa tanpa kehadiran pelanggan, PDS tidak akan mencapai hasil yang kami peroleh saat ini. Kami terus berupaya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pembaruan SOP (standard operation procedure), menyediakan Customer Care Hotline, serta mengadaptasi aplikasi Customer Relationship Management milik Induk.

 

Seluruh upaya yang kami tempuh merupakan bukti komitmen kami untuk menjawab tantangan para pebisnis yang ingin berkonsentrasi pada core business, tanpa harus mengesampingkan aktivitas non-core. Berbekal pengalaman dalam mengelola human capital corporate berskala nasional, PT PDS menawarkan solusi cerdas bagi pelaku usaha dengan menjadi the best solution of human capital management bagi mitra kerja.

Kembali