Pesan CEO

Tahun 2021 gejolak pandemi Covid-19 belum berakhir. Perekonomian global masih berada dalam kondisi ketidakpastian dan tentunya tidak mudah. Perbaikan ekonomi juga berlangsung tidak berimbang, dimana perbaikan di negara-negara Advanced Economies lebih cepat dibandingkan dengan negara-negara Emerging Market and Developing Economies. Penyebab ketidakseimbangan tersebut terutama pada perbedaan tingkat vaksinasi dan kemampuan stimulus kebijakan di masing-masing negara. Di dalam negeri, kondisi ekonomi nasional mengalami perbaikan sejak triwulan III 2020 hingga mencatatkan pertumbuhan positif dan tinggi pada triwulan II 2021.

 

Namun, pemulihan ekonomi tersebut sempat tertahan sejenak oleh merebaknya Covid-19 varian Delta pada triwulan III 2021. Walaupun mengalami penurunan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2021 masih positif yaitu mencapai 3,51% (YoY), setelah pada triwulan II-2021 tumbuh 7,07%. Kinerja perekonomian kembali meningkat pada triwulan IV 2021, didukung oleh mobilitas yang terus meningkat sejalan dengan pertambahan kasus Covid-19 yang terkendali dan program vaksinasi yang terus digalakkan, pembukaan sektor-sektor ekonomi yang lebih luas, stimulus kebijakan yang berlanjut, serta kinerja ekspor yang tetap kuat.

 

Meskipun bisnis alih daya masih berada dalam kondisi yang menantang, PDS berupaya dengan seoptimal mungkin untuk menjaga pertumbuhan dengan meningkatkan efisiensi operasional, mengendalikan biaya dan melakukan diversifikasi pemasaran. Ditinjau dari kinerja keuangan, Pendapatan Usaha yang berhasil diraih oleh PDS sebesar Rp546,1 miliar, mengalami peningkatan dibandingkan dengan pencapaian tahun 2020 sebesar Rp516,7 miliar. Penambahan jumlah proyek pekerjaan dan meningkatnya jumlah tenaga kerja merupakan faktor mempengaruhi pendapatan PDS. Jumlah Pendapatan Usaha yang berhasil dicapai oleh PDS juga telah melampaui RKAP 2021 sebesar Rp493 miliar. PDS mencatatkan Beban Usaha tahun 2021 mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Beban Usaha mencapai Rp519 miliar sedangkan pada tahun 2020 adalah sebesar Rp488 miliar.

 

Laba Tahun Berjalan pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp21,36 miliar atau mengalami penurunan dibandingkan dengan capaian periode 31 Desember 2020 yang tercatat sebesar Rp35,2 miliar. Jika dibandingkan dengan RKAP 2021, Laba Usaha yang berhasil diraih telah melebihi target yang telah ditetapkan sejumlah Rp20,9 miliar. Total Aset PDS dibukukan sebesar Rp210,7 miliar mengalami peningkatan sebelumnya yang dibukukan sebesar Rp202,3 miliar. Sedangkan Total Liabilitas dan Ekuitas PDS tahun 2021 adalah senilai Rp210,7 miliar meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang dibukukan sebesar Rp202,3 miliar. Ditinjau dari kinerja operasional, PDS mampu mempertahankan kinerja operasional yang relatif baik. PDS selalu berkomitmen untuk terus menjaga kinerja yang kuat meskipun di sepanjang tahun 2021 masih diliputi oleh ketidakpastian akibat pandemi Covid-19. Realisasi Produksi Tenaga Alih Daya pada tahun 2021 sebanyak 1.922 orang atau mengalami peningkatan sebesar 1% dibandingkan tahun 2020 yang tercatat sebanyak 1.894 orang. Sedangkan realisasi Produksi Tenaga Pemborongan per 31 Desember 2021 sebanyak 4.631 orang, meningkat sebesar 4% dibandingkan tahun 2020 sebanyak 4.629 orang.

 

Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah adanya peningkatan jumlah kerjasama terkait pekerjaan yang diterima oleh PDS baik dari PT Pelindo, anak perusahaan PT Pelindo serta perusahaan perusahaan lainnya. Realisasi Produksi OHT tahun 2021 sebesar 4 paket atau terealisasi sama dengan periode tahun sebelumnya. Produksi Operasional Operator Alat pada Tahun 2021 terealisasikan sebesar 27 paket atau hanya tercapai 90% dari realisasi tahun 2020. Hal tersebut disebabkan telah diselesaikannya kerjasama dengan Bank Kalsel, Bank Mandiri dan PT Dok dan Perkapalan Surabaya. Begitu pula dengan realisasi Produksi Pengamanan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 terealisasi sebesar 8 paket atau 89% dari realisasi periode tahun sebelumnya. Penurunan capaian produksi pengamanan ini dipengaruhi oleh berakhirnya kerjasama dengan Bank Kalsel.

 

Untuk realisasi Produksi Kepil, Produksi Pelayanan PAS dan Produksi Cleaning Service pada tahun 2021, tercapai sama dengan tahun 2020 yaitu masing-masing sebesar 2 paket, 11 paket dan 51 paket. Produksi Diklat & Consulting pada tahun 2021 telah terealisasikan sebanyak 87 paket atau meningkat sebanyak 148,5 % dari tahun 2020 yang telah terealisasikan sebanyak 35 paket. Untuk Realisasi Produksi Asesmen tahun 2021 sebanyak 1.553 orang dan realisasi produksi psikotes tahun 2021 sebanyak 682 orang. Realisasi produksi Tally juga menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2021 PDS berhasil melakukan realisasi sebanyak 2.642.238 boks, mengalami peningkatan sebesar 37,6% dibandingkan jumlah pencapaian tahun 2020 yaitu sebanyak 1.919.518 boks.

 

Pertumbuhan pasar bisnis alih daya di Indonesia yang sangat prospektif tentunya diikuti dengan tingkat persaingan yang semakin ketat. Untuk meningkatkan daya saing dan menjaga pertumbuhan berkelanjutan, tahun 2021 PDS menerapkan berbagai strategi sebagai berikut:

  • Kerjasama penyediaan tenaga harian lepas. Penyediaan tenaga harian lepas merupakan salah satu inovasi model bisnis yang dilakukan oleh PDS. Kerjasama penyediaan tenaga harian lepas telah dilakukan PDS bersama dengan beberapa perusahaan yang tergabung di dalam Pelindo Group yaitu PT Berlian Jasa Terminal Indonesia, Terminal Nilam-Mirah dan PT Berkah Multi Cargo. 
  • Pengembangan pangsa pasar non-captive. Untuk meningkatkan pertumbuhan kinerja operasional dan keuangan, PDS senantiasa aktif mengembangkan pangsa pasar dan membentuk basis pelanggan baru non-captive. Pengembangan pangsa pasar tersebut dilakukan oleh PDS dengan membidik jenis pelanggan baru serta melebarkan pasar ke daerah baru. Salah satu pengembangan pangsa pasar yang dilakukan oleh PDS adalah dilaksanakannya pemenuhan tenaga kerja untuk Pelabuhan Patimban, Subang.
  • Implementasi Job Portal dan IT Based Performance Management System. Digitalisasi proses bisnis merupakan komitmen PDS untuk beradaptasi dengan Revolusi Industri 4.0 serta mendorong pembangunan yang berkesinambungan. Untuk mendukung hal tersebut, PDS telah memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan kegiatan bisnis, salah satunya adalah dengan mengimplementasikan Job Portal dan IT Based Performance Management System. Aplikasi Job Portal nantinya akan mampu menjadi salah satu profit center bagi PDS dan IT Based Performance Management System akan mampu mendorong bisnis PDS menjadi lebih efektif dan efisien.
  • Peningkatan kompetensi tenaga alih daya dengan dukungan mitra kerja pengguna jasa PDS. Melalui peningkatan kompetensi, tenaga alih daya akan mampu melaksanakan tugasnya dengan hasil yang lebih optimal dan berkualitas. Melalui layanan yang lengkap dan komprehensif serta dukungan penuh dari mitra kerja pengguna jasa, PDS secara berkala memberikan pelatihan pengembangan kompetensi bagi tenaga alih daya yang disesuaikan dengan tugasnya.
  • Akselerasi karir karyawan manajemen. PDS Melalui kebijakan akselerasi karir, memungkinkan adanya milennial successor sehingga pengembangan karir dapat terbentang luas bagi karyawan manajemen PDS.
  • Soft Competency dan e-Learning. Untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja, PDS menyusun Learning Management System berupa e-learning sehingga dapat memperluas cakupan pelatihan bagi karyawan PDS di seluruh unit kerja. Selain itu PDS Juga telah menyusun Soft Competency System yang berfungsi mengukur kinerja karyawan dengan lebih akurat. 
  • Sentralisasi dan penyatuan paket pekerjaan dalam pengadaan barang dan jasa. Kebijakan sentralisasi dan penyatuan paket pekerjaan dalam melakukan pengadaan barang dan jasa dilakukan untuk menekan biaya pengadaan sehingga dapat mengoptimalkan efisiensi perusahaan.

 

Upaya PDS dalam mempertahankan pertumbuhan kinerja tentunya juga dihadapkan pada berbagai tantangan. Salah satunya adalah kondisi pandemi Covid-19 yang belum berakhir sehingga berbagai penyesuaian proses bisnis dan metode kerja tetap diberlakukan. Dalam menjaga produktivitas, PDS tetap menjaga kewaspadaan terhadap penularan virus Covid-19 di lingkungan perusahaan melalui penerapan protokol kesehatan yang ketat dan memaksimalkan penggunaan teknologi digital dalam melakukan aktivitas operasional. Tantangan lain yang dihadapi adalah adanya integrasi Pelindo 1-4 yang terjadi pada 1 Oktober 2021 menjadi Pelindo. Integrasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PDS.

 

Jika ditinjau dari peluang, PDS berkesempatan untuk bersinergi/berkolaborasi dan memperluas pasar hingga skala nasional. Di sisi lain, menjadi tantangan bagi PDS karena terdapat beberapa anak perusahaan dari Pelindo memiliki lini bisnis yang serupa dengan PDS sehingga menimbulkan ketidakpastian akan penyerahan tanggung jawab pengelolaan bisnis alih daya. Setelah dilakukan merger, Pelindo akan melakukan pengelompokan jenis usaha anak-anak perusahaannya, sehingga terjadi kemungkinan akan ada perubahan organisasi. Untuk mengantisipasinya, PDS harus mempersiapkan diri apabila PDS ditunjuk untuk mengelola tenaga alih daya di seluruh Indonesia.

 

Strategi yang dilakukan PDS adalah dengan penguatan sistem IT, operasional, peningkatan kompetensi SDM, simplifikasi bisnis proses, legalitas perusahaan, portofolio perusahaan dan lain sebagainya. Latar belakang budaya juga menjadi salah satu isu yang perlu diperhitungkan, mengingat PDS akan menangani tenaga alih daya yang begitu heterogen, terbentang dari Sabang sampai Merauke. PDS perlu mempersiapkan dan melakukan adaptasi pada sistem Teknologi Informasi, SOP, hingga struktur organisasi untuk tetap memberikan pelayanan prima. Implementasi UU Cipta Kerja juga merupakan tantangan bagi bisnis PDS.

 

Dengan diterapkannya beberapa ketentuan baru, PDS perlu melakukan penyesuaian pada seluruh perjanjian kerjasama. Salah satunya adalah penambahan komponen kewajiban pemberian uang kompensasi bagi karyawan PKWT. Secara tidak langsung kewajiban pemberian uang kompensasi tersebut menambah beban biaya bagi mitra kerja PDS. Namun karena hal tersebut merupakan ketentuan yang bersifat mandatory, maka PDS menginisiasi untuk melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada seluruh mitra kerja PDS terkait UU Cipta Kerja dan peraturan pelaksanaannya di bidang ketenagakerjaan.

 

 

Melangkah ke Depan Meraih Peluang

Kondisi pandemi secara global masih sangat dinamis. Belum dapat dipastikan pandemi Covid-19 akan berubah menjadi endemi. Namun optimisme akan kebangkitan ekonomi di dalam negeri memberi prospek yang sangat baik dengan momentum pertumbuhan yang terjaga. Upaya yang dilakukan pemerintah untuk mendorong percepatan pemulihan ekonomi adalah melalui berbagai strategi kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) serta mempersiapkan vaksin booster untuk masyarakat. Melihat kondisi yang perekonomian yang membaik, PDS optimis akan prospek dan peluang usaha yang semakin menguntungkan. Adanya merger yang dilakukan oleh PT Pelabuhan Indonesia 1-4 juga memberikan prospek usaha yang sangat terbuka bagi PDS untuk dapat melakukan ekspansi ke wilayah kerja Pelindo. Melalui persiapan yang matang dan terencana dengan sangat baik, PDS siap untuk melayani pasar yang lebih luas dengan semakin meningkatkan kualitas layanan.

  1. Skema kerjasama yang telah disiapkan oleh PDS menghadapi merger yang dilakukan oleh Pelindo adalah sebagai berikut:
  2. Menjadi strategic partner bagi mitra dalam kerjasama pengelolaan operasional sekaligus penyedia perlengkapan, peralatan dan bahan consumable untuk pekerjaan tenaga alih daya / pemborongan
  3. Menjadi business advisor bagi pelanggan untuk penyusunan skema bisnis kerjasama penyediaan tenaga alih daya/ pemborongan sesuai dengan kebutuhan pelanggan
  4. Menjadi human resource support bagi pelanggan dalam pengelolaan hubungan industrial tenaga alih daya, HR system (IT based) serta mitigasi risiko dalam implementasi kebijakan pengelolaan tenaga alih daya / pemborongan.

 

PDS juga telah melakukan proses diplomasi dan berkoordinasi dengan beberapa anak perusahaan Pelindo memiliki bidang usaha yang hampir sama dengan PDS, yaitu PT Intan Sejahtera Utama (ISMA), PT Pendidikan Maritim dan Logistik Indonesia (PMLI). PDS telah menandatangani MoU dengan PMLI dan ISMA yang meliputi 5 aspek, yaitu:

  1. Pengembangan sumber daya manusia, yang dapat berupa pelaksanaan pelatihan, rekrutmen, asesmen, psikotes hingga konsultasi. Leadership enculture
  2. Bisnis dan manajemen (sharing pengetahuan dan pengalaman)
  3. Pengelolaan tenaga alih daya dan pemborongan
  4. Pemanfaatan fasilitas kedua belah pihak

Selain itu PDS juga menginisiasi Perpanjangan dan Addendum Pekerjaan Pemborongan dan/atau Perjanjian Penyediaan Tenaga Alih Daya di Lingkungan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero). Hal tersebut untuk menjaga kelancaran operasional pelabuhan agar dapat berjalan dengan baik dan kepastian atas keberlanjutan kontrak Penyediaan Tenaga Alih Daya dan/atau Pekerjaan Pemborongan antara PT PDS dengan Pelindo setelah Integrasi.

 

Memperkuat Tata Kelola

Untuk menjadi korporasi yang bertanggung jawab dan terpercaya, Perseroan berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG) dalam setiap aktivitas operasional. Pengelolaan perusahaan senantiasa mengacu pada prinsip-prinsip GCG sesuai peraturan perundang-undangan untuk menghasilkan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan. Untuk meningkatkan penerapan GCG di lingkungan perusahaan, PDS terus memastikan adanya konsolidasi hubungan antara Dewan Komisaris dan Direksi, penguatan pengawasan perusahaan dan fungsi manajemen, memastikan laporanlaporan yang tepat waktu, mengambil keputusan yang sesuai kode etik perusahaan, bertanggung jawab, serta menghargai hak-hak pemegang saham. PDS juga telah melaksanakan Asesmen GCG untuk kinerja tahun 2020 bersama asesor eksternal dengan perolehan total skor 80,01 dengan predikat “Baik”.

 

Dari tahun ke tahun skor GCG PDS mengalami kenaikan dari 75,39 di tahun 2019. Hal ini membuktikan bahwa tata Kelola perusahaan di PDS mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya dan sebagian besar aspek-aspek wajib telah dilaksanakan oleh perusahaan. Integritas merupakan faktor utama dalam meraih keberhasilan perusahaan serta untuk melahirkan kepercayaan dari seluruh pihak. Karena itulah Direksi senantiasa mendorong integritas sebagai kunci utama dalam penerapan prinsip dan praktik GCG, khususnya dari karyawan. Manajemen memiliki komitmen yang tinggi untuk terus membudayakan integritas sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pengembangan kompetensi dan kapasitas SDM.

 

Untuk meningkatkan implementasi GCG, Direksi beserta jajaran manajemen secara berkala melakukan sosialisasai terkait larangan pungli, pelaporan pelanggaran (Whistle Blowing System) dan perangkat GCG di Perusahaan. Kemudahan penyampaian saluran pelanggaran melalui aplikasi MyPDS sehingga setiap karyawan PDS dapat melaporkan pelanggaran yang terjadi di lingkungan kerjanya secara langsung melalui gadget masing-masing.

 

Kepedulian Sosial dan Lingkungan

Dalam menjalankan kegiatan bisnis, PDS menyadari bahwa kepedulian dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar merupakan aspek yang sangat penting. Hal tersebut sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan atau sustainable development sehingga tercipta keseimbangan antara people, profit dan planet.

Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dilakukan oleh PDS merupakan implementasi dari Pasal 1 ayat 3 Undang-Undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, Peraturan Pemerintah No. 47 tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas dan Peraturan Menteri BUMN Nomor : PER-05/MBU/04/2021 tentang Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Tanggung jawab Sosial dan Lingkungan merupakan komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada umumnya.

 

Digitalisasi proses bisnis yang dilaksanakan sejak tahun 2020 merupakan salah satu program TJSL yang dilakukan oleh PDS dan diestimasikan telah berhasil menurunkan penggunaan kertas hingga 115.000 lembar kertas HVS per tahun. PDS juga senantiasa menjaga kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Melalui pelatihan yang dilaksanakan secara berkala, PDS berkomitmen menjaga kualitas tenaga kerja. PDS juga menerapkan antidiskriminasi gender maupun suku, Agama dan Ras (SARA) dalam menjalankan sistem manajemen sumber daya manusia.

 

Untuk menjaga kepercayaan dengan mitra kerja pengguna jasa, hal yang paling utama bagi PDS adalah mengenai kepatuhan terhadap undang-undang bidang ketenagarkerjaan. Kepatuhan tersebut diimplementasikan oleh PDS dengan memenuhi hakhak pekerja sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, PDS juga tengah membangun sarana komunikasi kepada pelanggan berupa portal pelanggan dan layanan chat 24 jam.

 

Dalam menjaga harmoni dengan masyarakat, sejak tahun 2020 PDS telah berpartisipasi dalam program Bantuan Pendidikan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah dengan Pemerintah Kota Surabaya. Partisipasi tersebut diwujudkan oleh PDS dengan memberikan bantuan berupa beasiswa kepada 12 orang anak yang duduk di bangku SMP hingga lulus sekolah.

 

Izinkan kami sampaikan terima kasih kepada Dewan Komisaris yang telah memberikan dukungan, arahan, dan nasihat penting sepanjang tahun 2021. Tidak lupa rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran manajemen dan karyawan yang telah bekerja keras sehingga PDS mampu melewati berbagai tantangan dan mewujudkan pertumbuhan kinerja. Semoga apa yang diraih oleh PDS pada tahun 2021 mampu memberikan nilai yang optimal bagi seluruh Pemangku Kepentingan.

Kembali